Enjoying Every Page di Perpustakaan Muallimat

Dalam pekan ini, kalau ada yang bertanya, "Selama PKL ngapain aja?" mungkin salah satu jawaban kami adalah, menyampul buku.

Bukan satu atau dua buku, tapi puluhan, bahkan rasanya seperti tidak ada habisnya.

Setiap kali satu tumpukan selesai didata dan disampul, datang lagi tumpukan berikutnya. Sampai-sampai kami sering bercanda, "Ini buku kapan habisnya, ya?" Rasanya pekerjaan itu terus berulang tanpa jeda. Capek? Tentu. Jenuh? Apalagi.

Meski begitu, di tengah rutinitas yang terlihat membosankan itu, kami belajar satu hal sederhana. Bahwa menikmati sebuah proses ternyata adalah pilihan.

Aristoteles pernah mengatakan bahwa "kebahagiaan bergantung pada diri kita sendiri." Kebahagiaan bukan semata-mata berasal dari keadaan yang selalu menyenangkan, melainkan dari bagaimana kita memandang, mengelola perasaan, dan menemukan makna dalam setiap pengalaman.

Alih-alih menghitung berapa banyak buku yang masih harus disampul, kami memilih menikmati setiap prosesnya. Sambil melapisi buku demi buku, obrolan kecil acapkali mulai mengalir. Mulai dari cerita masa sekolah, pengalaman mengajar, hingga berbagai pelajaran hidup yang tidak pernah kami temukan di ruang kuliah.

Selain merasa lebih mengenal satu sama lain di antara pertemanan PKL ini, kami juga bersyukur dapat mengenal lebih Bu Suci, Bu April, dan Pak Yusil, yang sehari-hari bertugas di perpustakaan. Di sela-sela pekerjaan, mereka sering berbagi cerita tentang kehidupan, pengalaman, hingga berbagai nilai yang mereka pegang selama menjalani profesinya.

Dari kegiatan yang terlihat sederhana ini, kami menyadari bahwa PKL tidak selalu tentang mengajar di depan kelas atau menyusun perangkat pembelajaran. Terkadang, pelajaran paling berharga justru datang ketika kami duduk bersama, bekerja sama, lalu saling bertukar cerita dengan orang-orang yang setiap harinya menghidupkan sudut-sudut madrasah.

Pada akhirnya, buku-buku itu memang berhasil kami sampul satu per satu. Namun, lebih dari itu, kami juga "menyampul" banyak cerita, tawa, dan bahkan pelajaran yang akan selalu kami kenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Bagian dari Semarak MATAMUDA MTs-MA Muallimat Sawojajar

Penyusunan Perangkat Pembelajaran sebagai Landasan di Balik Pendidikan yang Kokoh