Penyusunan Perangkat Pembelajaran sebagai Landasan di Balik Pendidikan yang Kokoh

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat Anda gunakan untuk mengubah dunia."

— Nelson Mandela

Namun, pernahkah kita bertanya, bagaimana mungkin pendidikan dapat menjadi "senjata" yang ampuh jika proses pembelajarannya sendiri tidak dipersiapkan dengan baik? Bukankah sebuah pembelajaran yang berkualitas selalu berawal dari perencanaan yang matang?

Pertanyaan itulah yang menjadi refleksi bagi kami sebagai mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Tadris Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, ketika mengikuti rapat persiapan penyusunan perangkat pembelajaran di MTs-MA Muallimat Sawojajar pada 15 Juli 2026.

Kegiatan diawali dengan rapat bersama pihak madrasah untuk membahas berbagai ketentuan dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Mulai dari format yang digunakan, penyesuaian dengan kurikulum yang berlaku, hingga berbagai kesepakatan teknis yang akan menjadi acuan dalam proses penyusunannya. Melalui forum tersebut, kami memperoleh pemahaman bahwa perangkat pembelajaran bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan yang akan mengarahkan proses belajar mengajar di dalam kelas.

Setelah rapat selesai, kami mulai menyusun perangkat pembelajaran dengan pendampingan langsung dari Bapak Umar, Guru Bahasa Arab MTs Muallimat Sawojajar sekaligus guru pamong PKL kami, serta Bapak Jauhari, Guru Bahasa Arab MA Muallimat Sawojajar. Melalui bimbingan keduanya, setiap perangkat disusun secara bertahap dengan memperhatikan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta kesinambungan materi.

Selama proses tersebut, kami belajar menyusun berbagai perangkat pembelajaran, di antaranya Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar, Program Tahunan (PROTA), Program Semester (PROMES), Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta berbagai perangkat pendukung lainnya. Ada banyak yang belum terselesaikan di waktu itu, sehingga kami diberi waktu beberapa hari untuk menyelesaikan pembuatan perangkat pembelajaran tersebut.

Pengalaman ini membuka pemahaman baru bahwa kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan guru saat berdiri di depan kelas. Pembelajaran yang bermakna justru dimulai jauh sebelum bel berbunyi, yakni ketika tujuan, strategi, metode, hingga bentuk penilaian dirancang secara matang melalui perangkat pembelajaran yang kokoh.

Melalui proses ini, kami tidak hanya belajar menyusun administrasi pembelajaran, tetapi juga belajar menjadi calon pendidik yang mampu merencanakan pembelajaran secara sistematis, terarah, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Sebab, jika pendidikan benar-benar merupakan senjata untuk mengubah dunia, maka perangkat pembelajaran adalah fondasi yang memastikan senjata tersebut dapat digunakan secara tepat dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi generasi masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Bagian dari Semarak MATAMUDA MTs-MA Muallimat Sawojajar

Enjoying Every Page di Perpustakaan Muallimat