Menjadi Bagian dari Semarak MATAMUDA MTs-MA Muallimat Sawojajar
Ada banyak cara untuk mengambil peran dalam sebuah kegiatan. Tidak selalu harus berdiri di atas panggung atau menjadi pusat perhatian. Terkadang, kontribusi justru dimulai dari hal-hal sederhana yang dikerjakan dengan penuh ketulusan (semoga).
Semangat itulah yang kami bawa, mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Tadris Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat berkesempatan menjadi bagian dari Masa Ta'aruf Muallimat Muda (MATAMUDA) MTs-MA Muallimat Sawojajar yang diselenggarakan pada 13–14 Juli 2026.
Pada hari pertama, mahasiswa PKL mengambil peran di balik layar. Bersama panitia, kami membantu mempersiapkan jalannya kegiatan dengan merapikan dan mengondisikan lokasi agar tetap bersih, nyaman, dan siap menyambut peserta. Hari kedua, salah satu dari kami, memperoleh kesempatan untuk mengisi sesi diskusi bertema "Bijak dalam Ber-Media Sosial."
Topik tersebut dipilih bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan lahir dari pengalaman yang pernah pemateri alami sendiri. Ia kerap menjumpai berbagai bentuk penyalahgunaan media sosial, bahkan pernah menjadi korban dari penyalahgunaan tersebut. Pengalaman itu meninggalkan pelajaran yang begitu berharga sekaligus menjadi pengingat bahwa dunia digital dapat menjadi ruang yang bermanfaat, tetapi juga menyimpan berfbagai risiko apabila digunakan tanpa kebijaksanaan.
Di tengah proses mempersiapkan materi, ia teringat pada sebuah kutipan dari Kahlil Gibran:
"Kebaikan adalah ketika kamu memberi dari sebagian kecil yang kamu miliki dengan penuh senyuman dan keikhlasan."
Kutipan tersebut menjadi penguat baginya untuk tetap berbagi. Mungkin materi yang disampaikan tidaklah besar. Mungkin hanya berupa pengalaman sederhana dan beberapa pesan yang sering dianggap sepele. Namun, jika sedikit pengalaman itu mampu membuka kesadaran seseorang untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, maka itulah bentuk kebaikan yang ingin ia berikan.
Berangkat dari keyakinan tersebut, sesi diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta diajak untuk memahami bahwa media sosial bukan hanya tempat berbagi cerita, tetapi juga ruang yang menyimpan jejak digital. Setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang disebarkan memiliki dampak yang dapat dirasakan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, sikap kritis dalam menerima informasi, etika dalam berkomunikasi, serta kesadaran untuk menjaga privasi menjadi bekal penting yang perlu dimiliki sejak dini.
Bagi kami, keterlibatan dalam MATAMUDA bukan sekadar memenuhi rangkaian program Praktik Kerja Lapangan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya kontribusi, melainkan dari ketulusan untuk memberi manfaat, sekecil apa pun bentuknya.


Komentar
Posting Komentar